Minyak Di Tukang Gorengan Itu Udah Dipakai Berapa Kali Yah?

Melongok minyak goreng yang dipakai oleh tempat jualan gorengan. Warna udah cokelat pekat. Gak ada jernih-jernihnya. Saya yakin ini pasti bukan minyak baru. Yang gak yakinnya ialah ini minyak goreng udah berapa kali dipake coba ama tukang gorengan buat ngegoreng pisang, tempe, ubi, bakwan, dan tahunya. Takut sendiri mikirnya. Apa jangan-jangan gak pernah diganti lagi.
Iya sih, tukang gorengan makai minyak yg sama terus-terusan demi hemat ongkos usaha. Tapi jadinya kok minyaknya kan gak sehat lagi. Kalo gak salahkan ada batas pemakaiannya tuh. Mestinya Depkes ngeh akan hal begini. Ngeluarin peraturan yg mengatur batas berapa kali minyak goreng itu dipakai. Semoga pemerintah mau mikir hal beginian, jadi ntar bisa bikin aturan yg peduli ama kesehatan masyarakat. Yah setelah adapun peraturan itu dikeluarin ada satu hal lagi: penjual gorengan bakal nurut gak dengan aturan model begitu?

Sehat Instan Ala Power balance

Gelang Power Balance itu persis seperti gelang magnet metal yang pernah juga populer beberapa waktu lalu. Harganya, fungsinya, hingga klaim manfaatnya yang ditawarkannya. Bedanya, gelang Pwer Balance didesign warna-warni dengan dua hologram, bergaya sporty ala-ala produk Adidas. Tidak seperti gelang magnet yang designya “tua”. Power Balance terlihat dipakai oleh atlet-atler besar seperti Christiano Ronaldo dan Shaq O’Neal

Pertanyaannya, apakah gelang sejenis Power Balance memang punya khasiat seperti yang dikatakan? Meningkatkan keseimbangan tubuh, meningkatkan fungsi otak, dan menambah stamina serta fleksibilitas tubuh. Kalo kata beberapa orang sih iya, tubuh mereka segar dan ketahanan tubuh meningkat. Tapi kalo anda percaya kata artikel di Adelaide Now ini.

Saya jadi ingat dengan fenomena air hasil celupan batu Ponari. Berduyun-duyun orang berusaha mendapatkannya. Sebahagian bilang kalo kesehatan mereka membaik karenanya, yang lain bilang air itu tidak memberikan pengaruh apa-apa kepada mereka. Yang saya yakini dari fenomena itu -dan gelang Power Balance ini- ialah kalau itu tidak lebih dari hasi sugesti otak kita terhadap diri sendiri. Dengan kehadiran gelang itu sang pemakai merasa staminanya meningkat, padahal nyatanya itu ialah hasil stimulasi otak kita setelah kita memakai gelang itu. Gelang itu sendiri lebih berperan dalam memicu sugesti otak kita.

Dan kalo anda lihat atlet favorit anda memakai gelang itu, ingatlah kalau mereka sudah jadi jagoan lapangan jauh sebelum mamakai gelang tersebut. Dan perlu diingat juga, kalau di dunia ini ada strategi promosi yang bernama “product placement” dan “endorsement”.

Emang dasar orang kita suka yang instan-instan. Mulai dari makanan ampe kopi maunya cepat jadi. Ampe kesehatan pun maunya begitu juga. Kalau mau sehat, tubuh fit, segar dan berenergi mbokya olahraga yang teratur, istirahat cukup, makan-makanan yang bergizi dan sehat, bukannya menggantungkan diri pada gelang berhologram doooonk :)


Kalo Nyumbang Yah Nyumbang Aja

Ceritanya, Agnes Davonar punya niat menyumbang ke korban bencana. Tindakan baik memang, patut dihargai. Tapi sebelum dia menyumbang kesana, dia ngasih syarat kepada publik. Orang-orang harus memfollow akun twitternya (@indonesiaberdoa) terlebih dahulu. Nantinya di akhir hari, jumlah keseluruhan orang yang telah memfollownya akan dikali Rp25,- dan hasilnya nanti yang akan disumbangkan.

Nah, kegiatan “Menyumbang-Dengan-Syarat” inilah yang kemudian jadi pembicaraan banyak orang di Twitter. Banyak orang yang merasa aksi dari Agnes Davonar ini punya niat terselebung. Niat memanfaatkan moment bencana untuk memperoleh popularitas. Apalagi ketika diketahui kalau film “Gaby Dan Lagunya” yang diangkat dari novel milik Agnes Davonar itu bakal dirilis 4 November 2010. Kebetulan? Entahlah. Memang aksi mereka tidak merugikan siapa-siapa tetapi kok dengan dibumbui syarat “minta-difollow” bikin sebagian orang bertanya-tanya. Spekulasi terus berkembang, yang memfollow  tetap naik (abis dipromosiin oleh seleb-seleb tanah air sih), dan Agnes Davonar lewat twitter itu membantah kalau mereka melakukan aksi tersebut dengan maksud terselebung. Continue reading

Hingga Maut Memisahkan

Ada satu hal yang sangat saya sadari hari ini, bahwa betapa orang terkagum-kagum dengan kisah cinta hampir 5 dekade antara bapak BJ Habibie dan bu Ainun Habibie. Betapa mengharukannya melihat kesetiaan bapak Habibie yang berjanji setia untuk selalu menemani ibu Ainun hingga ke tempat peristirahatan terakhir.

Sudah pasti, Pak Habibie dan Ibu Ainun sudah melewati rintangan dan pasang-surut dalam hubungan mereka. Mengalahkan terpaan-terpaan yang pada akhirnya memperkuat cinta mereka. Apalagi dalam satu  wawancara mereka mengatakan bahwa kisah cinta mereka mirip dengan kisah cinta Fitri dan Farrel di sinetron “Cinta Fitri”. Continue reading

Syariat Islam Bukan Sekedar Masalah Busana dan Urusan Syahwat

Momen bahwa syariat Islam mulai diterapkan di Aceh ialah ketika saya duduk kelas 2 SMP dan kami semua mulai diperintahkan untuk mengganti celana pendek dengan celana panjang dan para siswi mulai diharuskan memakai kerudung dan memakai rok panjang. Itu terjadi lebih dari satu dekade yang lalu.

Selama lebih dari satu dekade ini pula berbagai qanun-qanun peraturan yang berkaitan tentang penerapan syariat Islam diterapkan. Peraturannya mulai dari wanita berbusana muslim, hukuman cambuk untuk orang yang berkhalwat, hingga yang teranyar itu terjadi di daerah saya yaitu pelarangan untuk bercelana panjang dan ketat bagi wanita.

Selama lebih dari satu dekade ini, satu hal yang saya perhatikan bahwa qanun-qanun yang dikeluarkan tidak lebih dari aturan-aturan yang ujungnya mengurusi masalah yang berhubungan dengan syahwat. Sehingga timbul tanya, apakah syariat Islam itu lingkupnya ngurusin itu saja? Continue reading

Monster Bernama UN

Bagi siswa SMA saat ini, mungkin tidak ada yang lebih mengerikan daripada satu hal yang dilabeli dengan Ujian Nasional. Murid terpintar hingga murid paling brengsek pun bakal ketar-ketir menghadapi ini. Usaha menuntut ilmu selama 3 tahun ditentukan di beberapa hari ujian. Layaknya bermain video game Mario Bros, UN ialah si Monster Naga yang harus ditaklukan segera untuk sukses menyelamatkan sang putri. Maka UN, ialah “monster” yang perlu ditundukkan demi sukses menyelamatkan harga diri dan masa depan.

Teringat saya tahun 2004 dulu, ketika posisi saya sama dengan adek-adek saya saat ini. Bersenjatakan pensil 2B Faber Castle, Continue reading

Ketika Jupe Mau Jadi Bupati

Gak ada angin, gak ada hujan. Tiba-tiba, artis seksi Julia Perez dipinang oleh 8 partai untuk menjadi bakal calon bupati Pacitan. Entah apa pertimbangan utama ketika partai-partai ini menyodorkan Julia Perez sebagai pemimpin di daerah yang Jupe sendiri akui ia tidak tahu itu dimana. ^^

Yah kalo yang unik-unik gini sudah pasti bakal menimbulkan pro kontra. Yang kontra tentu bersuara keras mempertanyakan kredibilitas seorang Jupe yang selama dikenal dengan aksi seksinya untuk maju sebagai bupati. Sudah cukup pantas kah?  Ramai yang menertawakan dan mencemooh. Continue reading

Happy

Ada satu cerita di negeri antah berantah,

seorang pangeran dengan kuda putihnya mendatangi istana putri impiannya.

Ia datang untuk meminang sang putri.

Ternyata putri impiannya menolak lamarannya.

Dan Pangeran berkuda putih kembali ke negerinya dan (tetap) hidup bahagia hingga akhir hayat.

Kebahagiaan tidak diukur dari apakah kita mendapatkan semua yang kita inginkan. Kebahagian itu pada bagaimana kita memaknai kebahagian itu sendiri. Continue reading

Perihal Nunggu 5 Detik

Sejak tahun lalu seingat saya, lampu lalu lintas di kota saya ini sudah ditandemin dengan LED Countdown timer yang menampilkan hitungan mundur selama menunggu dari lampu merah ke lampu hijau. Model lampu lalu lintas yang pertama kali saya lihat saat liburan ke Riau beberapa tahun lalu kini ada disini. Keberadaannya sendiri sih antara bermanfaat atau tidak bermanfaat sih menurut saya. Manfaatnya sendiri sih untuk patokan lama kita berdiam di lampu merah. Kadangkali kalo ada anak-anak yang berbarengan berhenti ma saya, mereka suka pada teriak-teriak ngitung mundur kayak orang rayain tahun baru. Seakan-akan ketika LEDnya menyentuh bilangan 1, bakal ada kembang api megah meluncur ke udara :D Continue reading

Nyali

Tuhan beri aku nyali, untuk mengucapkan janji

Sehidup semati

Aku tak ingin lagi
Buatnya menunggu untuk
sesuatu yang tak pasti

“Kapan Nikah???”

photo: africanlovebirdsociety.com

Ahai, seiring dengan penambahan umur yang semakin mengindikasikanbahwa saya semakin tua, pertanyaan yang satu itu makin sering dilontarkan oleh orang-orang.  Apabila lagi acara kumpul-kumpul keluarga, kemudian salah satu sanak famili mengajukan pertanyaan itu, maka saya hanya bisa senyam-senyom dan pura-pura ke belakang ambil minuman. Hahaha, manuver untuk melarikan diri dari pertanyaan yang biasanya bakal dibahas panjang oleh satu isi ruangan. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 888 other followers